Rabu, 06 Juni 2012

Berhitung Keren

Ini merupakan salah satu permainan matematika yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk siswa kelas 2 dan 3 SD. Permainan ini penulis dapatkan secara gratis dari web pembuat game Indonesia Divine Kids (DK).







Tampilan awal game




Untuk mendownload game berhitung keren ini klik link di bawah ini:

jika tidak berhasil, cobalah link berikut ini.

Belajar Matematika

Ini merupakan salah satu media pembelajaran yang berupa permainan yang berkaitan dengan soal cerita maupun soal-soal berhitung biasa mengenai penjumlahan dan pengurangan.

Tampilan awal game 

 Untuk mendownload game ini, silahkan klik link di bawah ini:

Sejarah Simbol Perjumlahan (+) dan Pengurangan (-)

Dalam setiap kegiatan matematika tingkat awal, pasti terdapat simbol-simbol + (plus) dan - (minus). Selama ini kita hanya berusaha menghitung soal-soal yang berkaitan dengan simbol-simbol tersebut, namun tidak pernah terpikirkan bagaimana sejarah simbol-simbol tersebut. Berikut ini adalah sekelumit sejarah simbol penjumlahan dan pengurangan.

Simbol + sebenarnya sudah dipakai oleh bangsa Yunani, sedangkan simbol – (minus) pertama kali dipakai oleh Luca Pacioli di Italia pada awal abad 15 dan abad 16. Sebelumnya, Diophantus dari Alexandria menggunakan simbol - untuk operasi pengurangan sebelum disingkat dengan M atau m singkatan dari minus atau meno yang artinya menghilangan satu atau lebih huruf. 

Kata plus tidak pernah digunakan sebelum abad 15, disinyalir kalah dulu oleh minus, dimana pertama kali muncul pada karya Fibonacci (1202). Tidak perlu diragukan kata et dalam bahasa Latin sudah muncul pada banyak manuskrip. Simbol + dan – muncul bersama-sama pada tahun 1456 yang terdpat pada manuskrip yang tidak diterbitkan karya Regiomontanus [1436 – 1476]. Di Inggris, Robert Recorde [1510 - 1558], pengarang buku matematika, menulis simbol + dan – dalam buku Ground of Artes. Namun semua itu baru mendapat pengakuan umum dan berlaku umum terhitung tahun 1630.

Senin, 28 Mei 2012

Cara Cepat Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan

Aturannya : Tangan Kanan sebagai satuan dan tangan kiri sebagai puluhan.

Tangan Kanan
  - Telunjuk dibuka = 1
  - (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 2
  - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 3
  - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 4
  - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 5
  - (Jempol + Telunjuk) dibuka = 6
  - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 7
  - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 8
  - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 9

Tangan Kiri
  - Telunjuk dibuka = 10
  - (Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 20
  - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis) dibuka = 30
  - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) dibuka = 40
  - (Telunjuk + Jari Tengah + Jari manis + Kelingking) ditutup + Jempol dibuka = 50
  - (Jempol + Telunjuk) dibuka = 60
  - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah) dibuka = 70
  - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis) dibuka = 80
  - (Jempol + Telunjuk + Jari Tengah + Jari Manis + Kelingking) dibuka = 90



atau dapat juga menggunakan cara berikut ini.



Istilah umum :
      TAMBAH = NAIK jari
      KURANG = TURUN jari

   Untuk penambahan dengan angka dibawah 5 dengan hasil tidak lebih dari 10, cukup mengoperasikan tangan kanan saja (SATUAN)

  - 1+1= 2 = naikkan Telunjuk ; naikkan Jari Tengah
  - 1+2= 3 = naikkan Telunjuk ; naikkan Jari Tengah ; naikkan Jari Manis
  - 1+4= 5 = naikkan Telunjuk ; naikkan Jempol ; turunkan Telunjuk lagi
    penjelasan :
          karena 4 adalah 5 (NAIK Jempol) kurangi 1 (TURUN Telunjuk) sehingga persamaan diatas menjadi:
          1+4 =
          1+(5-1) =
          1+5-1 =
          NAIK Telunjuk NAIK Jempol TURUN Telunjuk =
          5 =
          JEMPOL

  - 5+1= 6 = NAIK Jempol NAIK Telunjuk
  - 5+2= 7 = NAIK Jempol NAIK Telunjuk NAIK Tengah
  - 5+3= 8 = NAIK Jempol NAIK Telunjuk NAIK Tengah NAIK Manis
  - 5+4= 9 = NAIK Jempol NAIK Telunjuk NAIK Tengah NAIK Manis NAIK Kelingking

Rabu, 09 Mei 2012

Juragan Demen Kado

ALAT PERAGA UNTUK SD

ALAT PERAGA “JURAGAN DEMEN KADO”

A.     Ide dasar
Pada umumnya siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan secara langsung. Namun apabila dalam materi ini diberikan dalam bentuk permainan, siawa akan lebih bersemangat belajar dan lebih mudah memahaminya. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa SD kelas awal yang suka bermain dan lebih mudah memahami hal yang bersifat kongkrit dari pada abstrak.
Untuk membantu siswa lebih memahami materi penjumlahan dan pengurangan adalah dengan membuat alat peraga “Jurangan Demen Kado”. Dengan adanya alat peraga ini diharapkan kesulitan siswa mengenai penjumlahan dan pengurangan dapat diatasi.
B.     Kompetensi Dasar
Kelas II semester I
Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 500
C.     Tujuan
Alat peraga Juragan Demen Kado digunakan untuk membantu siswa dalam memahami materi penjumlahan dan pengurangan.
D.     Manfaat
Dengan alat peraga ini siswa diharapkan dapat menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan sampai 500.
E.     Alat dan Bahan:

Kertas Karton cokelat
Stiker
Gunting
Pengaris
F.     Cara Pembuatan :
a. Kertas Karton dipotong dengan menggunakan gunting dengan ukuran 4 x 10 cm sebanyak 150 buah.
b. Membuat operasi hitung penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan stiker.
c. Penjumlahan dan pengurangan yang ada distiker ditempelkan pada kertas karton yang telah dipotong.  
G.     Bentuk Alat Peraga
 
                             
 H.     Cara Penggunaan
1. Dalam satu kelompok siswa (satu kelompok beranggotakan lima anak) akan diberikan satu set kartu-kartu yang mirip dengan domino yang terdapat angka. Masing-masing kelompok diberikan 25 kartu.
2. Setelah itu dalam satu kelompok, siswa secara bergantian diminta untuk bermemasangkan kartu-kartu tersebut berdasarkan operasi hitung yang ada yang memiliki hasil yang sama.
3. Kartu-kartu yang sama tersebut saling ditumpuk antara operasi hitung yang hasilnya sama.
Contoh :

                    
Karena kartu pertama terdapat operasi hitung 70 – 30 yang hasilnya adalah 40 dan kartu kedua terdapat operasi hitung 20 + 20 yang hasilnya juga 20 maka kedua kartu tersebut dapat dipasangkan.